Eksoterm dan Endoterm

image1
Gambar 1. Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm

Pengertian Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Dalam termokimia, dikenal ada dua reaksi berdasarkan aliran energinya yaitu endoterm dan eksoterm. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui pengertian reaksi eksoterm dan endoterm bagi pelajar kimia.

Reaksi Eksoterm

Reaksi Eksoterm adalah reaksi yang menghasilkan panas dari sistem ke lingkungan. Ini adalah reaksi yang sangat umum kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya saja ketika menyalakan kompor gas, terjadi reaksi antara Propana (C3H8) dengan gas Oksigen (O2) yang menghasilkan CO2, H2O dan panas. Panas yang dihasilkan pada reaksi pembakaran ini merupakan bukti adanya reaksi eksoterm, yaitu reaksi yang memberikan panas dari sistem ke lingkungan. Contoh reaksi eksoterm ini ialah reaksi pembakaran Metana. Skema reaksi termokimia ini ialah seperti pada gambar:

Gambar 2. Grafik Reaksi Eksoterm

 

Reaksi Endoterm

Reaksi Endoterm adalah reaksi yang menyerap panas dari lingkungan ke sistem. Panas dari lingkungan akan diserap oleh sistem kemudian diubah menjadi ikatan kimia. Contoh dari reaksi Endoterm ialah antara N2 dan O2 yang menghasilkan senyawa oksida nitrogen (NO). Skema reaksi termokimianya ialah seperti pada gambar berikut: Panah berwarna merah menunjukkan energi panas yang diserap dari lingkungan menuju ke sistem, dan PE merupakan perubahan energi potensial dari reaktan menjadi produk. Pada reaksi ini, jumlah energi potensial reaktan ditambah dengan panas yang diserap sistem akan sama dengan energi potensial dari produk. Dengan kata lain, panas yang diserap akan sama dengan PE. Pembahasan mengenai energi kimia ini sangat penting. Pengetahuan mengenai pengertian reaksi endoterm dan eksoterm diperlukan agar tidak salah melakukan reaksi kimia. Jika melakukan reaksi eksoterm di laboraturium dengan reaksi yang spontan dan temperatur yang sangat tinggi, maka dapat mengakibatkan ledakan (explosion).

 

Gambar 3. Grafik Reaksi Endoterm

Video Reaksi Eksoterm dan Endoterm